| Produk Prie GS |

 Ingin memiliki buku diatas? Hubungi: team@priegs.com
|
| Gallery |
 PrieGS Foto bersama dengan Andrie Wongso dkk |
| Who's Online ? |
Selamat Datang Tamu !
Tamu online : 3
Tidak ada Anggota Online.
Online Hari ini : 59
Online Bulan ini : 1235
Total Hits : 106320 |
|
|
|
|
| Berita /
Sketsa Indonesia |
|
| Ada Nyamuk Berpelukan | | Oleh priegs |
| Sabtu, 23-Mei-2009, 08:25:25 |
2174 klik |
 |
 |
|
|
| Kejadiannya persis di kamar mandi, ketika saya hendak mandi. Niat yang
harus saya tunda untuk beberapa saat, karena di saat itulah ada nyamuk
terbang tak beraturan. Begitu jelas dengungnya dan begitu acak polanya.
Saking acaknya, nyamuk ini bahkan tidak bisa mengontrol gerakannya dan
lupa menghitung betapa mudah ia kena tepuk manusia. |
|
|
Satu saja
alasan kenapa nyamuk ini bertindak demikian ceroboh, yakni karena ia
tengah berpelukan dengan yang lainnya. Saya tak tahu persis, apakah ini
nyamuk sedang kawin atau malah nyamuk sedang berantem. Tapi mau kawin
atau berantem, keadaannya akan sama saja; nyamuk ini pasti tengah lupa
diri. Percintaan yang sangat, baik dengan pasangan sendiri maupun
tak resmi, akan membuat siapa saja, baik nyamuk maupun manusia akan
berada dalam puncak emosinya. Sebuah puncak yang membuat seseorang
sadar bahaya dan menganggap remeh pada keselamatan dan martabatnya
sendiri. Itulah kenapa ada sepasang remaja yang pacaran di tempat
terbuka begitu galaknya sampai malah harus digaruk ke kantor polisi.
Itulah kenapa ada oknum pegawai negeri dimutasi gara-gara kena gerebek
akibat selingkuh dengan rekan kerja, pada jam kerja pula.
Bercinta
dan berantem sama saja pengaruhnya, berisiko membuat manusia menuju
lupa. Saya pernah melihat dua perempuan yang dikenal sopan, tapi begitu
terlibat perkara, mereka bisa demikian ganas perangainya. Ketika sudah
bergumul, saling cakar, saling jambak, saling memiting, wuaa… hanya
kelelahan yang bisa meleraikan perkelahian mereka. Saya pernah bertamu
salah waktu, tepat ketika teman saya ini sedang cekcok dengan istrinya.
Sang suami mencoba tetap tampil tenang di hadapan tamu, tapi si
istri ngomel melulu. Saya yang merasa bersalah karena bertamu di jam
yang salah segara pamit. Pamitan yang yang diiyakan dengan ketenangan,
tapi saya tahu itu ketenangan yang berbahaya. Karena pagi harinya, si
teman ini terpaksa berterus terang, bahwa kepulangan saya hanya menjadi
waktu yang ia tunggu untuk menghajar istrinya sedemikian rupa.
Kembali
pada soal nyamuk yang terbang selebor itu, hampir saja saya secara
refleks mengakhiri riwayatnya. Sebuah naluri yang saya kira wajar,
karena setiap menyangkut soal nyamuk kita cuma diajari satu hal saja:
menepuknya. Tapi ajaran yang saya terima lebih dari sekadar itu. Nyamuk
bagi saya adalah musuh besar yang harus diberantas hingga ke anak turun
mereka sebagai perlunasan dendam kesumat saya.
Bagi Anda yang
pernah mengalami kejadian seperti saya diharap memberi permakluman
seperlunya. Karena saya pernah terkapar di rumah sakit dihajar demam
berdarah. Penyakit khas tropis yang hampir membekukan darah saya. Bukan
main! Kepala berputar seperti naik roller coaster. Perut mual dan bau
makanan saja telah menimbulkan trauma. Di rumah sakit bukan cuma jarum
infus yang menyakiti saya tapi juga teman-teman para penjenguk.
Mereka
itu entah datang untuk berbelasungkawa atau malah untuk menghina. Saya
masing ingat ketika salah satu dari mereka bercanda yang canda itu
begitu lucunya, memancing tawa begitu gemuruhnya, tapi sangat membuat
saya terhina. Dia katakan bahwa begitu banyak rekan yang membezuk, maka
hasil uang bezukan itu pasti akan membuat saya untung karena pasti
melebihi biaya sakit saya. Saya amat tersinggung, tapi tak berdaya.
Karena setelah saya hitung, benar juga. Uang bezuk itu memang melebihi
biaya sakit saya. Jadi sambil terhina, saya berterimakasih juga!
Tapi
dendam saya pada nyamuk tidak berkurang karenanya. Di kamar mandi itu
saya terpaku lama. Akan saya apakah nyamuk yang tengah berpelukan itu.
Kalau dia sedang berantem pun itu urusan dia, berhak apa saya
mencampurinya. Tapi kalau dia sedang bercinta? Bagaimana jika sepasang
nyamuk ini adalah nyamuk-nyamuk muda yang tengah begitu saling
mengasihi. Saling bermimpi tengah membayangkan bersiap memiliki
anak-anak nyamuk yang lucu demi menyambung generasi baru mereka.
Bagaimana jika nyamuk-nyamuk ini adalah nyamuk yang masih harus
bertangung jawab pada anak-anak yang masih kecil dan butuh kasih sayang
mereka.
Saya meneruskan mandi saya dan tak mempedulikan nyamuk yang tengah berpelukan itu, entah mereka sedang berantem atau bercinta. |
| |
| Ada 6 komentar tentang artikel ini : | winata1 @114.79.55.94 berkomentar, Senin, 28-Juni-2010, 15:13:20 Selamat Siang Kang Prie, saya adalah member baru, saya sangat tertarik dengan "negeri sketsa"nya Kang Prie yang ada di Smart FM Jakarta, tapi saya sering ketinggalan mengikutinya, mohon info dari Kang Prie bagaimana caranya saya bisa mendapatkan audionya "negeri sketsa". Terima kasih sebelumnya- dari Adi. | | eka bamba s @125.162.114.132 berkomentar, Sabtu, 08-Mei-2010, 07:48:41 mas prie harus tegas dong sm nyamuk itu!!jangan biarkan mereka melihat mas prie terlanjur telanjang di kamar mandi. ya..kalo sampek mereka tahu kan mereka seenaknya bercinta tiada henti di depan mata mas prie..ya nggaK?? | | koibito @62.238.177.220 berkomentar, Senin, 12-April-2010, 22:37:41 ah, mas pri kok seperti lupa adat bangsa kita aja, harusnya di tepok dulu, baru di tanyain... | | abdul bahrie... @125.160.128.66 berkomentar, Kamis, 11-Februari-2010, 20:33:08 nyamuk memang nakal mbah prie..
salut sama mbah prie rasa kebinatangannya tinggi bgt... | | siwin @125.160.161.53 berkomentar, Sabtu, 17-Oktober-2009, 12:28:07 kenapa Mas Prie ngga nanya sama nyamuk itu,"sedang apa gerangan yang kamu2 lakukan di situ"..kan Mas Prie bisa ngambil keputusan apa mau di biarkan apa mau ditampok aja. | | trisno saputra @110.137.108.146 berkomentar, Rabu, 26-Agustus-2009, 01:47:48 Kalau di Pekanbaru bukan cuma nyamuk berpelukan.... tapi PLN pun sudah bikin peternakan nyamuk...karena setiap hari selalu ada pemadaman bergilir hingga saat ini,jadi kalau listrik padam, nyamuk pun berpesta :)) | |
Tulis Komentar Anda di sini...
|