| Produk Prie GS |

 Ingin memiliki buku diatas? Hubungi: team@priegs.com
|
| Gallery |
 PrieGS Acara HUT SuaraMerdeka ke 58, bersama Ir. Budi Santoso |
| Who's Online ? |
Selamat Datang Tamu !
Tamu online : 1
Tidak ada Anggota Online.
Online Hari ini : 63
Online Bulan ini : 1236
Total Hits : 106274 |
|
|
|
|
| Berita /
Serambi |
|
| Dua Jam Sebelum Keberangkatan | | Oleh priegs |
| Sabtu, 23-Mei-2009, 08:36:37 |
1996 klik |
 |
 |
|
|
| Sebelum atlet berlaga, harus melakukan peregangan. Sebelum kendaraan
diberangkatkan, mesin harus dipanaskan. Sebelum menulis sajak, penyair
harus duduk dan terdiam. Maka sebelum berangkat kerja, manusia juga
butuh kesiapan. Pemanasan mutlak hukumnya bagi sebuah pergerakan.
Tetapi saya curiga, tidak semua kita yang hendak bekerja, berangkat
dengan kesiapan. Maka kerja yang tidak siap itulah sumber aneka
persoalan. |
|
|
Hanya karena soal sederhana, seorang pekerja yang
tidak siap, akan mudah terbakar kemarahan. Kalau ia seorang atasan:
bawahan terlambat akan terasa sebagai hinaan. Dering telepon akan
serasa gelegar petir dan klakson di jalan akan terasa seperti bentakan.
Jika
ia seorang bawahan, maka ia akan tegang cuma deru mobil atasan. Ketika
atasan memanggil ke ruangan, ia seperti hendak masuk arena uji nyali.
Ketika atasan ia lihat untuk pertama kali, ia seperti melihat
penampakan.
Cuma karena ketidaksiapan yang soal-soal sederhana
menjadi begitu beratnya. Maka jika ingin kuat, bersiaplah! Begitulah
cara saya menasihati diri sendiri. Nasihat ini butuh ditegaskan
berulang-ulang, karena saya tahu benar siapa diri saya ini. Saya pasti
bukan orang pemberani. Maka untuk berani saya pasti butuh kesiapan.
Saya bukan orang yang selalu jujur. Maka untuk jujur, saya butuh
latihan. Saya bukan orang ramah, maka agar bisa ramah, saya butuh
kegembiraan. Berangkat setelah siap, itulah kata kuncinya. Kesiapan
akan membuat kegembiraan. Dan kegembiraan akan mengalirkan
bermacam-macam kekuatan. Kuat ramah, kuat jujur, kuat derma.
Sulit
sekali untuk ramah jika hati kita tidak gembira. Sulit sekali berbuat
jujur kalau hidup ini penuh persoalan. Sulit sekali kita berderma kalau
hati sedang tidak rela meskipun sedang banyak uang di kantong kita.
Kesiapan akan mudah memantik kegembiraan, kegembiraan mudah melahirkan
kekuatan.
Dan kesiapan itu, sepanjang pengalaman saya, cuma
butuh cara-cara sederhana, misalnya cukup dengan menyediakan waktu
minimal dua jam sebelum keberangkatan. Karena setelah bangun tidur,
untuk tenang, seseorang butuh terdiam, demi mengembalikan kesadaran,
menata nafas dan pikiran, baru mengerjakan lain-lain persoalan. Mandi
dengan tenang, minum kopi dengan tenang, dan maka pagi dengan tenang.
Bahkan makan minum yang kehilangan ketenangan, cuma setara dengan
memasukkan barang ke dalam keranjang.
Jika jarak antara tidur
dan kerja itu cuma sekejap saja, saya tak bisa membayangkan mutu
keberangkatan seperti apa yang ia dapatkan. Itulah kerja yang dibekali
dengan mandi yang buru-buru, makan yang buru-buru, di jalan yang
buru-buru dan semua soal yang berwatak buru-buru. Sepanjang yang saya
tahu, tidak ada hasil bermutu dari sebuah proses yang buru-buru. Bahkan
di jalanan pun, jika kita buru-buru, tak ada yang nikmat dari sebuah
perjalanan kecuali siksaan.
Seluruh obyek di jalanan cuma
seperti hambatan. Jika ada orang yang terlalu pelan, ia tampak seperti
menggoda. Jika ada orang menyalip sembarangan ia seperti menantang. Dan
siapapun yang sedang menghalangi jalan ia sah untuk disingkirkan.
Seluruh isi jagat raya ini sepertinya tengah keliru cuma karena kita
sedang buru-buru. Ada banyak mutu hidup yang kita pertaruhkan, cuma
karena sebuah ketidaksiapan. Dan membangun kesiapan itu ternyata
sederhana: cukup dimulai dengan kebiasaan bangun setidaknya dua jam
sebelum keberangkatan. (Prie GS) |
| |
| Ada 7 komentar tentang artikel ini : | agus vico @202.43.182.178 berkomentar, Senin, 07-Juni-2010, 15:43:48 betuuuuuuuuul...sekali....
orang suksespun harus ada persiapan....salam sukses ms prie | | rangga jumadi @110.138.15.163 berkomentar, Jumat, 12-Maret-2010, 13:10:26 teruskan perjuang pak prie untuk mejadikan bangsa ini lebih mandiri dan tidak gampang terhasut,saya mendengar bapak di smart fm jam 12 malem padahal paginya harus berangkat kerja dengan judul menunggu.sukses selalu bp.prie | | riza @222.124.3.12 berkomentar, Selasa, 23-Februari-2010, 20:36:44 sebelum ol pun harus bersiap. bila tak hendak lupa waktu.. | | firdaus @125.160.46.17 berkomentar, Minggu, 11-Oktober-2009, 15:41:05 kang ada yang lucu, selain ngomentari miyabi, masak waktu aku pengen add prie gs sebagai teman muncul tulisan (maaf prie gs telah terlalu banyak teman)ngomong2 teman kang prie berapa banyak?. apa lebih banyak dari penggemar miyabi? | | marsudiyanto @117.74.125.186 berkomentar, Senin, 14-September-2009, 20:55:49 Mas Prie entuk salam dari Pak Camat Weleri (Pak Salim) yang rumahnya Perumda, Omnya Afandi Mbandengan yg dulu tempat kos2an, tempat dimana Mas Prie nyekel pitik... | | didik srogo @125.164.236.23 berkomentar, Rabu, 15-Juli-2009, 20:47:29 Sesungguhnya kesabaran dan kedisiplinan dlm ketenangan adalah bagian dari kehidupan kita. Selamat menikmati hidup, raih kebahagiaan bersama Cinta. | | arif @202.93.36.76 berkomentar, Rabu, 03-Juni-2009, 19:13:25 tes | |
Tulis Komentar Anda di sini...
|